• 10

    Sep

    Mendag: Harga Gula Mulai Turun

    Jakarta - Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu memastikan saat ini harga gula di dalam negeri mulai mengalami penurunan. Penurunan ini sejalan dengan turunnya harga jual lelang gula di dalam negeri dan mulai melandainya harga gula internasional. “Kemarin, saya ke Surabaya itu barometer untuk harga gula, mulai terjadi penurunan dari Rp 9.500 menjadi Rp 9.200 per kg,” jelas Mari di sela-sela acara Bazar murah di Depdag, Kamis (10/9/2009). Mari menjelaskan mulai melandainya harga gula saat ini, karena harga lelang gula sudah turun dari posisi pada minggu lalu Rp 8.500, sekarang ini menjadi Rp 8.000 per kg. Selain itu saat ini harga gula internasional, kata dia, mulai turun dari US$ 550 per ton menjadi US$ 530 per ton. “Kita berharap lonjakan sesaat dua minggu terakhir
  • 4

    Sep

    Pusri Akan Bangun Pabrik Pupuk di Sulawesi

    Jakarta - PT Pupuk Sriwijaya (Pusri) berminat untuk membeli gas sebesar 91 mmscfd dari lapangan Senoro dan Matindok. Rencananya gas tersebut akan digunakan Pusri untuk membangun pabrik pupuk disana. “Sementara yang sudah masuk usulan Pusri jumlah gasnya sebesar 91 mmscfd,” kata Direktur Utama PT Pusri, Dadang Kodri dalam pesan singkatnya kepada detikFinance , Jumat (4/9/2009). Dadang menjelaskan, pihaknya akan mengambil gas langsung dari mulut sumur (well head) dan gas tersebut akan digunakan sebagai pasokan pabrik pupuk yang akan dibangun Pusri disana. Dengan membangun pabrik di dekat Kilang, imbuh Dadang, maka Pusri akan membeli gas, bukan LNG. Dengan begitu pabrik pupuk tersebut akan mendapatkan harga beli gas yang lebih murah. “Harga gas bukan melalui LNG, ambil gas
  • 4

    Sep

    BRI Paling Siap Biayai 3 Pabrik Gula

    Jakarta - Bank BUMN dinilai paling siap memberikan kredit ke proyek pembangunan 3 pabrik gula baru yang rencananya dibangun pemerintah. Menurut Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sofyan Djalil, salah satu yang sudah siap untuk mendanai proyek tersebut adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). “BRI siap bantu kredit. Nanti bunganya disubsidi oleh pemerintah, jadi tidak perlu pakai dana APBN,” katanya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (4/9/2009). Tiga pabrik gula baru yang rencananya akan dibangun pemerintah itu diperkirakan mulai beroperasi pada musim giling tahun 2011. Ia mengatakan, pihaknya sudah lama melakukan feasebility study karena termasuk dalam salah satu program revitaliasi pabrik gula PT Perkebunan Nusantara (PTPN). “Kalau ka
  • 2

    Sep

    RI Bangun 3 Pabrik Gula di 2010

    Jakarta - Pemerintah akan memulai investasi pembangunan 1-3 pabrik gula baru mulai tahun 2010. Pabrik gula tersebut akan mempunyai kapasitas sebesar 10.000 batang tebu per hari. Ini sebagai usaha mengatasi kenaikan harga gula di masa depan. Rencana ini disampaikan Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamurthi seusai rakor gula di gedung Departemen Keuangan,Selasa (01/09/09). Tujuan dari pembangunan pabrik gula tersebut adalah untuk menggali potensi gula di Indonesia dan untuk menjalankan program pemerintah 2009-2014 mengenai revitalisasi industri di mana pabrik gula merupakan yang menjadi prioritas. R...
  • 19

    Aug

    Indonesia masih impor kakao 22.967 ton

    Rabu, 05/08/2009 15:21 WIB Indonesia masih impor kakao 22.967 ton oleh : Sepudin Zuhri JAKARTA (bisnis.com): Kendati sebagai produsen terbesar ketiga di dunia, Indonesia masih mengimpor bijih kakao sekitar 22.967 ton per tahun yang telah difermentasi. Direktur Eksekutif Asosiasi Kakao Indonesia (Aiki) Sindra Wijaya mengataakan hampir 80%-90% diekspor dalam bentuk bijih kakao, sedangkan sisanya diolah oleh industri pengolahan di dalam negeri. “Makanya untuk mengurangi ekspor bijih besi dan memperbanyak industri pengolahan kakao di dalam negeri, pemerintah akan mengenakan bea keluar untuk ekspor bijih kakao,” ujarnya saat Simposium Kakao hari ini. Selama 2008, Indonesia mengekspor bijih kakao sebanyak 380.512 ton senilai US$854,6 juta. Secara total, volume ekspor kakao mencap
  • 14

    Aug

    Pemerintah akan Terapkan Bea Keluar Kakao

    Jumat, 14/08/2009 15:56 WIB Ramdhania El Hida - detikFinance Jakarta - Di tengah naiknya harga kakao internasional dan juga untuk mengamankan kebutuhan dalam negeri, pemerintah berencanan untuk menerapkan tarif Bea Keluar (BK) untuk ekspor kakao ke luar negeri. Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamurthi ketika ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (14/8/2009). “Tapi belum ada besarannya, itu perhitungannya berapa besar belum ada, tapi rekomendasi di kita. Itu berdasarkan PMK (Peraturan Menteri Keuangan) yang nanti akan digodok,” ujarny...
- Next

Author

Follow Me